Jawa Timur. Itulah aku dan tempat tinggalku sejak kecil hingga berusia 22tahun. Dan di tahun selanjutnya aku memutuskan pergi ke Papua Barat dengan alasan yang sangat klise : mencari pengalaman dan menghindari zona nyaman.
Ya begitulah, aku yang biasanya hanya menjejakkan kaki di jawa dan bali, demi sebuah idealisme akhirnya melangkahkan kaki di sulawesi sebelum menjejakkan kaki di Papua Barat!
Dan akhirnya aku merasakan makassar, ambon, pulau banda, dan menyusuri beberapa bagian papua barat. Akhirnya aku dapat merasakan pagi di biak, babo, kaimana, fak-fak, sorong dan teluk bintuni.
Aku dan Papua Barat. Disini aku harus rela tidur dengan agas dan nyamuk. Belajar menggunakan listrik 6 jam saja setiap hari. Belajar menggunakan berbagai jenis perahu dan kapal karena tidak ada akses jalan darat. Belajar untuk terbiasa bermain di hutan dan mangi-mangi. Belajar untuk mengetik HP susah-susah dan meng-up-load-nya di internet. Belajar untuk memahami dunia baru. Di papua barat aku merasakan detak nafasku baru. Aku merasakan harapan baru. Antara aku dan Papua Barat telah terjadi interaksi. Aku merasakan sedikit perubahan dalam diriku. Aku merasakan hidupku di pelosok pedalaman Papua Barat. Di bumi cendrawasih aku masih mengejar asaku…
Filed under: adhimas wijaya, indonesia, only my story Tagged: | Papua barat


















